Friday, June 6, 2008

Anarkhis kelompok sebagai aspek gangguan kesehatan jiwa

Hidup di Indonesia memang tambah sulit. Satu masalah muncul dan belum terselesaikan,sekarang muncul masalah baru yang menambah ruwet kondisi sosial-spiritual.Mungkin masalah baru ini adalah masalah yang sudah mengakar sejak jaman 'kolobendo'(jaman dulu).
Kita masih dihadapkan dengan kenaikan bbm yang sedikit demi sedikit menguras tabungan, diikuti dengan kenaikan harga bahan pokok yang terus melonjak.
Belum selesai masalah ekonomi dan psikologi akibat kenaikan bbm, muncul kejadian dan tindakan anarkhis yang mencoreng nama dan persatuan bangsa ditengah kita membangun persatuan.Dan mencoreng persatuan umat Islam ditengah pluralitas kehidupan.
Timbulnya pertikaian dan tindakan anarkhis antar komponen bangsa pada 1 Mei 2008 di monas,telah meruntuhkan kepercayaan diri rakyat Indonesia.Apa yang sedang dicari dan dibuktikan oleh keduanya?pengakuan?kebenaran sepihak atas sudut pandangnya?atau ego semata?
Ini adalah salah satu bukti,dimana masalah duniawi telah mempengaruhi kejernihan hati dan pikiran manusia.
Keadaan yang menghimpit secara ekonomi, ketidakpuasan menyalurkan pikiran dan aktualisasi diri terhadap kenyataan, telah menggeser konsep jiwa yang sehat mengarah kepada penyakit sosial secara umum yang digambarkan dengan tindakan anarkhis. Pemikiran yang logis dan etis telah tertutup oleh gangguan jiwa/hati yang muncul, sehingga tindakan anarkhis terjadi dan hilangnya kesadaran untuk menjaga nilai-nilai bangsa dan agama yang lebih tinggi.
Selanjutkan yang saya sayangkan adalah perang 'negative argument' antar tokoh agama di depan umat, yang secara tidak lansung menurunkan kredibilitas masing-masing tokoh. Dari argumen tersebut tampak para tokoh telah saling mengecam dan melontarkan kata-kata yang tidak pantas sebagai panutan rakyat. Seharusnya para tokoh tersebut mengobati penyakit hati dan sosial umat/rakyat,bukan memberikan contoh yang merusak kesehatan jiwa umat. Kondisi ini yang menurut saya menjadi point of view yang penting. Penyakit hati telah merasuki tokoh-tokoh kita! Kemana mereka mengobati penyakit hati dan penyakit sosial yang mereka lakukan? Mereka harus berobat kemana untuk kesehatan jiwanya? Kalau rakyat yang sakit, rujukannya ke tokoh-tokoh tersebut. Tapi kalau mereka yang sakit?? Apa ini tanda kiamat sudah dekat??
Karena kejadian tersebut banyak disekitar mereka baik didalam maupun diluar negeri yang menikmati pertunjukan tersebut, mungkin juga bertepuk tangan.
Dari paparan diatas, sekiranya kita semua harus hati-hati dan mengontrol emosi dengan menjaga kesehatan jiwa kita masing-masing, agar jiwa kita tetap bersinar secara positif dan mengalir kepada kebaikan.
Dan akhirnya jangan sampai kondisi keterpurukan makro dan mikro ekonomi, pendidikan, pangan, energi alam, yang semuanya menghimpit kehidupan kita menyebabkan gangguan kesehatan jiwa kita. Mari bersama-sama saling menghormati dan menghargai tanpa saling melukai di bumi Indonesia.

No comments: